Komunitas Blogger Perempuan Indonesia

Tips Liburan Saat Pandemi Menurut Para Ahli Kesehatan

Tips Liburan Saat Pandemi Menurut Para Ahli Kesehatan

Bagi sebagian orang, stay at home selama 2 tahun bisa bikin gila! Apalagi buat mereka yang doyan bertraveling, maka PPKM atau lockdown yang tak kunjung usai sangatlah menyiksa. Untungnya, para pakar ahli kesehatan membagikan tips liburan saat pandemi buat kamu yang sudah tak betah tinggal di rumah.

Sekalipun sudah banyak pelonggaran di sana-sini, akan tetapi kita harus tetap menjaga diri dari serangan virus berbahaya.

Bukan hanya diri kita saja yang akan menjadi korban! Karena sekalinya terkena, ada resiko keluarga dan orang terdekat kita pun menjadi sasaran.

Daripada pusing menebak-nebak hal apa saja yang harus kita lakukan, mending simak tips liburan saat pandemi berdasarkan para ahli kesehatan berikut ini.

Lihat Status Covid di Tempat Tujuan

liburan ke jepang saat covid

Jalan-jalan ke negara China tepat ketika pandemi lagi tinggi-tingginya? Enggak banget deh!

Sekalipun tempat kita sudah agak terbebas dari pandemi, bukan berarti kita dengan bebasnya melenggangkan kaki ke berbagai macam tempat!

Kamu harus lihat dulu situasi dan kondisi dari tempat yang hendak kamu tuju. Salah satu cara melihat informasinya adalah dengan mengetikan kata kunci seperti “covid + tempat” di Google, maka biasanya akan muncul grafik serta berita terbaru terkait area yang ingin kita kunjungi tersebut.

Misalnya, ketika kamu mengetikan kata “covid tokyo”, maka akan terlihat bahwa bulan Februari kemarin statusnya cukup meningkat pesat, akan tetapi secara lambat laun mulai mengalami penurunan.

Itu artinya, Tokyo masih dalam pemulihan sehingga kurang begitu disarankan untuk bermain ke sana. Carilah tempat-tempat yang benar-benar stabil arah grafiknya (rata) dengan kasus baru per hari kurang dari 100 orang.

Itu pun berlaku ketika kamu ingin pergi ke tempat terbuka seperti pantai. Jangan lupa juga untuk membaca tips liburan ke pantai biar tidak gagal.

Pastikan Sudah Divaksin

Sebenarnya, vaksinasi dilakukan demi kita-kita juga! Bayangkan, ketika kamu bepergian ke luar kota dan kebetulan saat itu ada virus-virus yang menghinggapi tubuh, maka efek vaksin ini akan membantu kita tetap kebal terhadapnya.

Sayangnya, banyak orang yang masih enggan melakukan vaksinasi yang padahal akan membuat mereka merasa kesulitan saat traveling.

Bayangkan saja, sekarang hampir segala area dan transportasi umum meminta kita untuk memperlihatkan kartu vaksinasi sebagai syarat agar bisa melenggok masuk.

Itu artinya, vaksinasi bukan hanya menjaga kesehatan diri kita, melainkan memastikan agar rantai pandemi bisa diputus secepatnya sekaligus memudahkan kita dalam melakukan berbagai macam aktivitas di luar kota.

Bahkan vaksinasi bisa kita masukan sebagai tips liburan saat pandemi paling diwajibkan bagi kita.

Lakukan Tes Kesehatan Sebelum Bepergian

tes covid sebelum berlibur

Terutama bagi kamu yang belum melakukan vaksin, pastikan untuk melakukan tes Covid setidaknya antara 1 hingga 3 hari sebelum lepas landas. Pasalnya, ada kemungkinan kita membawa virus ke tempat yang ingin kita tuju tanpa kita sadari.

Bahkan menurut CDC, mereka yang belum melakukan vaksinasi haruslah dites kembali maksimal 5 hari setelah kembali pulang ke rumah, sekaligus melakukan karantina mandiri selama 7 hari.

Liburan ke luar negeri lebih ketat lagi, terutama bagi negara-negara maju seperti Amerika dan Jepang. Bahkan jenis tes Covid biasa tidak bisa diterima di mata internasional sehingga mengharuskan kita untuk melakukan pemeriksaan di tempat khusus sekalipun sudah divaksinasi.

Kendaraan Pribadi Lebih Baik

Bagi siapa saja yang cenderung beresiko terkena paparan virus Covid, maka akan lebih baik menggunakan kendaraan pribadi jika tempat yang ingin kamu tuju bisa dicapai hanya dalam satu hari saja, demi membatasi diri dari interaksi bersama orang lain.

Jika misalnya ingin bepergian melalui lintas lautan, maka lebih disarankan untuk menggunakan pesawat terbang daripada kapal laut. Karena selain aman, jalur udara jauh lebih cepat sehingga akan mengurangi durasi interaksi dengan orang lain.

Selain itu, semua maskapai penerbangan mewajibkan semua orang menggunakan masker baik di luar maupun di dalam pesawat.

Jika semisal kamu belum divaksin, usahakan untuk tetap duduk di kursi selama di perjalanan.

Jangan Berlebihan Dengan Tingkat Kebersihan

hand sanitizer travel

Tetap steril selama diperjalanan bukan berarti kamu harus terus-terusan bebersih di sepanjang perjalanan. Bahkan menurut seorang sarjana senior di Pusat Keamanan Kesehatan Johns Hopkins bernama Tara Kirk Shell, PhD, mengatakan bahwa kita bisa melakukan hal seperti biasanya jika sudah divaksin.

Jangan takut juga untuk tinggal di hotel yang mewah jika budget kamu mencukupi. Lagipula, semakin bagus tempat penginapannya maka tingkat sterilisasi dan kebersihannya cenderung semakin tinggi.

Jika masih takut, selalu bersihkan tangan dengan menggunakan disinfektan yang biasanya sudah disediakan di lobi hotel. Kemudian buka jendela kamar demi meningkatkan ventilasi jika cuaca memungkinkan.

Pertimbangkan Makan Di Luar

Para ahli kesehatan juga menilai bahwa makan di luar bisa beresiko membuat kita terkena paparan Covid. Maka dari itulah, akan lebih baik jika memesan makanan tersebut dan membawanya pulang.

Minimal, kamu bisa makan di dalam mobil untuk menghindari kerumunan di dalam restoran, café, dan tempat-tempat makan terbuka.

Jika kamu tengah tinggal di dalam hotel, pastikan memesan makanan secara online. Lagipula sudah ada jasa antar seperti Grab Food dan Go Food yang siap mengantarkannya selama 24 jam penuh.

Hindari Ruangan Indoor yang Disesaki Orang

kerumunan saat pandemi

Sebelum kamu memasuki ruangan (seperti mall, lobi hotel, restoran, dan sebagainya), lihat dulu sikonnya dari luar. Jika misalnya terdapat banyak orang saling berdekatan kurang dari 1 meter, mending urungkan niat kamu untuk ikut nimbrung ke dalamnya.

Pemerintah kita sebenarnya sudah melakukan peraturan untuk mengurangi hingga 50% tamu-tamu di fasilitas umum, dengan alasan agar terdapat ruang yang lebih besar demi memutus rantai pandemi.

Sayangnya, tidak semua para pelaku bisnis mengindahkan hal tersebut! Masih banyak restoran dan tempat-tempat umum lainnya yang menerima tamu seenak jidatnya.

Dikarenakan sulit sekali mengubah sifat orang, maka akan jauh lebih cepat dan efektif untuk mengubah diri sendiri, yakni dengan tidak ikut-ikutan berada dalam kerumunan tersebut.

Hindari Bepergian Bersama Rombongan

Jika kamu sudah menjalankan sejumlah tips di atas tetapi masih melakukan perjalanan bersama rombongan, maka kamu masih beresiko terkena virus yang berbahaya.

Sederhananya, semakin banyak kamu membawa orang untuk liburan, maka resiko terinfeksi akan semakin tinggi.

Jika bisa, pergilah bersama maksimal 3 orang. Toh, sekarang bukan zamannya berlibur secara bergerombol.

Belum lagi nanti akan adanya pemeriksaan di setiap pintu masuk kota, yang mungkin akan mempersulit kamu saat traveling.

Jalan-jalan secara bergerombol secara otomatis akan membuat kita menciptakan kerumunan baru yang sejatinya dilarang oleh pemerintah kita.

Lihat Situasi Kesehatan Sendiri

Seperti yang kita tahu bahwa mereka yang sudah memiliki penyakit kronis lebih rentan terkena Covid, sekaligus tingkat mortalitasnya pun lebih tinggi dibandingkan dengan orang sehat.

Maka dari itulah, pastikan kamu selalu dalam keadaan fit sebelum melakukan bepergian, karena tingkat imunitas kita memainkan peran penting dalam menjaga tubuh terkena penyakit berbahaya.

Khusus buat kamu yang pernah terserang virus Covid, pastikan pula bahwa selama 90 hari terakhir ini gejalanya tidak kembali muncul dan tetap sehat. Jika syarat ini memenuhi, CDC memperbolehkan kita untuk pergi ke tempat mana saja yang kita inginkan, selama tempat yang dituju tidak memiliki tingkat pandemi yang parah.

Leave A Reply

Your email address will not be published.